The healthcare industry is one of the world’s largest and most digitally dependent sectors, valued at nearly $12 trillion globally. As its growth continues into 2026, so does the frequency and impact of cyber attacks; making cybersecurity a critical priority for protecting patient data and ensuring uninterrupted care.
Sebagai sektor mendasar yang terus berkembang dan membutuhkan inovasi berkelanjutan, ekosistem pelayanan kesehatan terdiri dari berbagai pemangku kepentingan seperti dokter, perawat, teknisi, dan administrator. Para pemangku kepentingan tersebut menghasilkan, menyimpan, dan berbagi data dalam jumlah besar setiap hari, seperti rekam medis, rencana terapi, hasil tes, dan informasi penagihan. Tak dapat disangkal bahwa kelancaran aliran data ini sangat penting dalam pemberian pelayanan kesehatan yang efisien, tetapi aliran data tersebut juga memunculkan kekhawatiran besar akan keamanan dan privasi.
Ensuring there are strong measures to protect data security and privacy is key as the overall cybersecurity landscape has become more challenging. From January to June 2025, there were 211 ransomware attacks targeting healthcare organizations, with 2,372,777 records known to have been breached in the confirmed attacks. Cybercriminals are targeting healthcare organizations due to the rewards that can be reaped from obtaining patient data for identity theft, financial fraud, or ransomware attacks.
Masalah lain berasal dari sistem pelayanan kesehatan yang rumit karena terdiri dari banyak pemangku kepentingan, seperti penyedia pelayanan kesehatan, perusahaan asuransi, perusahaan farmasi, dan pemasok pihak ketiga. Setiap entitas memerlukan akses ke data pasien yang sensitif sehingga meningkatkan kemungkinan ancaman internal dan pelanggaran data tidak disengaja yang disebabkan oleh kesalahan manusia atau otorisasi yang tidak tepat. Meskipun rekam kesehatan elektronik (EHR), telemedisin, dan sistem digital lainnya telah mempermudah akses, berbagi, dan penyimpanan data, berbagai sistem tersebut juga menimbulkan risiko baru berupa serangan siber dan pelanggaran data.
The frequency and sophistication of cybersecurity risks within the healthcare industry are growing, fueled by the industry’s continued innovation. With more digital touchpoints introduced, malicious actors gain more potential avenues to launch their attacks.
When medical devices are vulnerable to cyberattacks, patient safety is compromised. Clearly it has become more important than ever for healthcare organizations to adopt a holistic and proactive approach to cybersecurity to safeguard sensitive personal and medical data, ensure the continuous availability of healthcare without disruptions, and protect patients from malicious activities by cyber criminals.
Rumah Sakit Internasional Bumrungrad telah memanfaatkan teknologi untuk mengamankan akses sekaligus menjaga standar informasi kesehatan pasien yang ketat. Rumah sakit ini telah menjadi garda depan sektor kedokteran di Thailand selama lebih dari 40 tahun, dengan melayani lebih dari satu juta pasien dari 190 negara setiap tahunnya.
As a leading medical provider in a highly regulated sector, Bumrungrad needs to prioritize patient confidentiality across all its operations. The hospital partnered with Cloudflare as its security partner, putting in place services that are consistent with the US Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA) and HITECH requirements. When it comes to mitigating volumetric threats like bots and DDoS attacks, Cloudflare stops an average of 37,000 threats to the hospital site and web applications each month. A secure network perimeter is key, so that the hospital can continue focusing on delivering quality healthcare and maintaining patient trust.
Here are 5 cybersecurity best practices that healthcare organizations should consider implementing:
Employee training and awareness: Educating employees on cybersecurity best practices, like identifying phishing emails and handling sensitive data securely, is crucial for risk mitigation and creating a cybersecurity-aware culture.
Zero trust framework: The zero trust approach verifies all users and devices regardless of location, implementing strict access controls to reduce unauthorized access and enhance security.
Keamanan jaringan dan titik akhir: Menerapkan langkah tingkat lanjut seperti firewall, sistem deteksi intrusi, dan arsitektur jaringan yang aman akan memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan terhadap ancaman siber. Solusi perlindungan titik akhir, seperti perangkat lunak antivirus dan enkripsi, memberikan perlindungan dari perangkat lunak berbahaya, pelanggaran data, dan akses tidak sah.
Audit keamanan dan pengujian penetrasi secara rutin: Audit dan pengujian yang dilakukan dengan sering akan mengidentifikasi kerentanan, memungkinkan penguatan infrastruktur keamanan secara proaktif, dan meminimalkan risiko pelanggaran data.
Enkripsi data dan langkah privasi: Enkripsi data pada saat disimpan dan saat dikirim akan melindungi informasi pasien. Langkah /privacypolicy/ yang kuat, termasuk kontrol akses dan log audit, memastikan kepatuhan dan menjaga kepercayaan pasien.
The growing complexity of healthcare systems and rising cyber threats present significant security challenges and risks. However, by adopting these solutions, healthcare organizations can enhance their cybersecurity posture and mitigate cyberattacks.
Collaboration among healthcare stakeholders will be key in establishing industry-wide standards and best practices to address cybersecurity risks, maintain patient safety and privacy, and ensure the always-on availability of medical services. By proactively addressing these challenges and implementing effective solutions, the healthcare industry can ensure the secure access, sharing, and storage of sensitive patient information, while continuing to deliver high-quality care and maintaining trust in the healthcare ecosystem.
Cloudflare untuk Pelayanan Kesehatan memberikan akses yang aman ke sistem internal bagi karyawan dan pihak ketiga, melindungi data pasien, serta mempercepat kinerja.
Artikel ini adalah bagian dari seri tentang tren dan topik terbaru yang berdampak terhadap para pengambil keputusan teknologi masa kini.
See how leading healthcare organizations secure the workplace while protecting patient care with the Achieving SASE success: 10 key milestones to get it right ebook.
Jonathan Dixon
Wakil Presiden dan Direktur Pelaksana, APJC
Setelah membaca artikel ini, Anda akan dapat memahami:
Mengapa industri pelayanan kesehatan menjadi salah satu industri yang paling banyak menjadi target
5 praktik terbaik untuk menjaga agar staf, administrasi, dan operasional rumah sakit tetap memiliki ketahanan siber
Memberikan layanan kesehatan digital yang aman, cepat, dan andal
Membuka potensi ketahanan siber: Peran kepemimpinan dalam membentuk budaya organisasi